Ukhuwah…
Kukira hadir
karena aku, engkau, dia, dan mereka berada dalam satu bejana kesepahaman.
Pernah juga
aku menduga, ia datang karena tali persaudaraan, persahabatan, bahkan
kekerabatan yang di pupuk penuh toleransi, penuh kasih sayang, penuh cinta, dan
penuh kerinduan.
Bukan,
Ternyata bukan
itu yang menjadi sebab hadirnya ukhuwah.
Ukhuwah
hadir karena Allah yang pilihkan untuk kita, karena Allah yang menghendaki atas
diri kita, karena Allah jatuhkan nikmat-Nya di genggaman kita.
“Dan Dia
(Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu
menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat
mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh
Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(al-Anfal : 63)
Subhanallah…
Jelaslah apa
yang termaktub,
Ukhuwah
adalah nikmat, ukhuwah adalah karunia dari Allah yang tak terhingga
Allah yang mempersatukan
hati orang-orang beriman yang menjadi pilihan-Nya.
Perasaan
nyaman, tentram, bahagia, beriring mnyeruak membumbuhi nikmatnya ukhuwah.
Sedih sepenangguangan,
senang tetap berbagi senyum erat dalam pelukan.
Itulah
ukhuwah…
Ketika hati
mulai gelisah, tak nyaman di tengah saudara-saudara kita..
Coba tilik
kembali diri masing-masing. Curigalah, mungkin iman kita sedang menipis
Hingga Allah
perlahan mencabut nikmat ‘ukhuwah’
Hati pun
diam-diam gampang berprasangka, benci mulai merambah mengusik riak-riak cinta
Padahal,
ketika iman bertambah
Allah
mencurahkan nikmat tak henti-henti-Nya
Hati selalu
damai, berkasih saying kepada sesama
Tak ada
praduga, yang ada hanya guratan rindu, cumbuan mesra persaudaraan
Sebab,
ukhuwah telah Allah pilihkan menetap di
hati, mendarah daging sampai mati.
*Untukmu
seluruh saudaraku
Bandung, 18 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar