Rabu, 14 September 2011

Dengan Cara-MU

sifat angin untuk menerbangkan

sifat air untuk menghanyutkan

sifat api untuk membakar

terima kasih Allah…

dengan cara-Mu

Engkau masih mengizinkan aku berteduh

sebelum aku hangus terbakar menyisakan abu hitam

sebelum aku tenggelam di dasar lautan terdalam

sebelum aku terhempas dan menghilang

[dengan-cara-Mu]

Persamaan VS Perbedaan

Pernah lihat resleting? satu sama lain memiliki bentuk yang sama, tapi jika kita paksakan untuk menutupnya dengan posisi gigi yang sejajar apakah bisa?

mereka tidak berbeda, mereka sama, tapi sesuatu yang sama jika dipaksakan tidak akan baik, se-sama apapun tentunya masing-masing punya tempat sendiri…sekembar apapun manusia, pasti ada saja perbedaanya

Nah itu yang bentuknya sama,.. sekarang klo yang jelas-jelas BEDA…

Contohnya Baut dan Mur…

Bentuknya sudah pasti berbeda [ya iyaaaa laaaah]

tapi saat mereka bersatu,bekerja sama, akan dihasilkan manfaat yang besar untuk manusia…

Coba kalo si mur maksa gak ingin kerja sama mur juga..

baut gak mau kalo gak sama baut juga.. ??

==================

Perbedaan tidak selamanya menyebabkan konflik dan kesamaan tidak selamanya pula menciptakan kebahagiaan..

[jadi ingat lagunya Wayang ..Tak selamanya... hahaha :) ]

Hanya sikap Saling memahami saling mengerti, dan saling menerima yang dapat menghantarkan apapun keadaan kita ke gerbang KEBAHAGIAAN…

[Karena-Bahagia-Itu-Patut-Diperjuangkan

PUISI SALIM A FILLAH

Puisi Ust. Salim A Fillah
24 Apr

ya, saudaraku tersayang

di atas sungai barito, empat tahun lalu

hadits itu kukirim padamu

lalu aku telah merasa

bahwa saat itu kita menangis bersama

***

apakah hadits itu menyindir orang sepertiku akh?

engkau bertanya

dan aku bagai ingin membenamkan diri ke arus sungai

dan biarlah ramai pasar terapung menjadi saksi

tidak, hadits itu menamparku

menamparku..

***

hadits itu dibawakan ath thabrani dan al baihaqi

“akan datang di hari kiamat”, kata sang nabi

“satu kaum yang membawa kebaikan seakbar gunung uhud

lalu Allah jadikan semua itu, bagai debu beterbangan”

***

sahabat sang rasul bertanya takjub, “apakah mereka muslim ya rasulallah?”

dan jawaban sang rasul membuat kita harus tertunduk

“mereka muslim.. yang shalat sebagaimana kalian shalat

yang puasa sebagaimana kalian berpuasa

bahkan mereka berdiri di waktu malam menghadap tuhannya..”

***

lalu mengapa?

***

“..namun mereka adalah orang-orang yang

jika bersepi dengan apa yang dilarang Allah

mereka melanggarnya..”

***

empat tahun lalu

dari atas sungai barito

kita bicarakan hadits itu dalam perasaan temaram

dan hati yang berbisik, nurani yang mengusik

***

kini, empat tahun kemudian

kuseru engkau dari tepian sungai yang keruh itu

mari kita baca kembali

agar hati kita makin memantapkan keistiqamahan

dan tiap detik, ada taubat yang kita perbarui

Selasa, 13 September 2011

METEORIT MENGANDUNG KIMIA PENTING BAGI KEHIDUPAN

Ilmuwan mengklaim bahwa kimia yang sangat penting bagi kehidupan telah dibawa oleh meteorit (batu luar angkasa) yang jatuh ke Bumi.

Ahli astereologi, Dr Terry Kee dari University of Leeds, telah menemukan fragmen meteorit berisi prekursor kimia yang memungkinkan sel-sel biologis untuk menangkap energi dari lingkungan mereka.

Dr Kee percaya puing-puing dari meteorit yang menghantam Bumi miliaran tahun yang lalu mungkin telah dikombinasikan dengan sedikit air asam di planet ini untuk menghasilkan bentuk awal dari sebuah senyawa kimia.

Ini kemudian menjadi hal pertama yang membetuk kehidupan dengan menggunakan energi dari lingkungan puing-puing di sekitar batuan meteor.

"Ada bukti ilmiah yang kuat bahwa bahan kimia penting untuk kehidupan telah ditemukan dalam materi luar angkasa seperti meteorit," cetus Dr Kee, seperti dikutip The Telegraph, Senin (12/9/2011).

"Meteorit adalah fragmen dari beberapa bahan tertua di tata surya dan komposisi dari meteorit dapat memberikan petunjuk untuk lingkungan bumi dan apa yang hidup di atasnya sejak miliaran tahun yang lalu," tambahnya.

Dia dan tim risetnya menemukan bahwa ketika meteorit besi berbasis dilarutkan dalam air yang sedikit asam, maka senyawa yang disebut fosfat akan terbentuk.

Setelah mengalami pemanasan sekira 80 derajat, senyawa fosfat rahasia untuk pirofosfat, kemudian akan menjadi prekursor adenosin trifosfat (ATP), yang diyakini Dr Kee akan membentuk molekul penting untuk kehidupan yang berhubungan dengan sel.

ATP memungkinkan semua sel hidup untuk mengubah energi kimia yang disimpan dalam gula, sehingga dapat digunakan untuk mendorong proses terjadinya sel. Dr Kee menambahkan penerapan air asam yang dipanaskan pada meteorit meniru kondisi permukaan planet bumi kuno.

"Jika terkorosi oleh hujan asam, pirofosfat kimia akan dilepaskan dari meteorit ke bumi. Ini mungkin menyarankan asal-usul siklus kimia dan pembentukan sel awal di bumi," paparnya.

Dr Kee mencoba mengkritisi apa yang ditemukan Richard Hoover, ilmuwan dari NASA yang telah mengklaim menemukan mikro ekstraterestrial dalam koleksi meteorit tiga kali dalam 14 tahun terakhir.

"Kami tidak mencoba untuk membuktikan keberadaan bentuk kehidupan di luar bumi. Kami berkonsentrasi pada asal-usul proses kimia bumi dan mengapa mereka berevolusi menjadi bentuk kehidupan seperti yang mereka lakukan," simpulnya.

Dr Kee percaya bahwa hidup tidak berevolusi secara independen, Ada kesempatan yang sangat baik bahwa bahan-bahan luar bumi disediakan blok bangunan kehidupan di bumi.

Rabu, 07 September 2011

MENGAPA ALLAH MERAHASIAKAN MATI?

Suatu hari seperti dinukil oleh Syekh Abdurahman Al-Sinjari, dalam Al-Buka min Khasyatillah, Nabi Ya’qub berdialog dengan Malaikat pencabut nyawa.“Aku ingin sesuatu yang harus engkau penuhi sebagai tanda persudaraan kita,” pinta Nabi Ya’kub.
“Apakah itu.” tanya malaikat maut.
“Jika ajalku telah dekat, beritahulah aku.”
Malaikat itu menjawab, “Baik, aku akan memenuhinya. Aku akan mengirimkan tidak hanya satu utusan, tapi dua atau tiga utusan.” Setelah itu keduanya berpisah. Hingga setelah lama malaikat itu datang kembali.
“Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau untuk mencabut nyawaku?” tanya Nabi Ya’qub.
“Aku datang untuk mencabut nyawamu.” jawab malaikat.
“Lalu mana ketiga utusanmu?” tanya Nabi Ya’qub lagi.
“Sudah kukirim. Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah kekarnya, dan membungkuknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya’qub itulah utusanku untuk setiap anak Adam.”

Tetapi, kematian itu tidak hanya akan menimpa kepada orang-orang yang sudah lanjut usia (tua) saja, tapi semua orang baik itu bayi yang baru lahir atau belum lahir, anak-anak, remaja, dewasa samapai orang tua yang sudah jompo sekali. Pokoknya, setiap yang berjiwa baik itu manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya akan merasakan mati, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT yang artinya,
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imaran (3): 185)

Malahan di lain ayat-Nya Allah SWT menerangkan bahwa kematian itu terjadi atas izin Allah SWT sebagai sebuah ketetapan yang telah ditentukan waktunya, sebagaimana firman-Nya,
“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya…” (QS. Ali Imran (3): 145)

Maka, oleh karena itu, dimanapun kita, sedang apa pun kita, kalau Allah SWT sudah menetapkan ketentuan-Nya, bahwa saat ini, menit ini, jam ini, dan hari ini kita di takdirkan mati, maka matilah kita. Allah SWT berfirman,
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…” (QS. An-Nisa (4): 78)

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan terjadi dan akan menimapa kepada setiap yang berjiwa. Yang jadi masalah adalah tidak ada yang tahu kapan kematian itu akan menimpa. Malahan Rasulullah SAW sendiri pun tidak diberitahu oleh Allah SWT. Sehingga timbul pertanyaan didiri kita masing-masing, kenapa Allah SWT merahasiakan masalah kematian ini?

Ada beberapa alasan yang bisa kita ambil dari dirahasiakannya kematian itu:

1. AGAR KITA TIDAK CINTA DUNIA

DR. Aidh Al-Qarni dalam sebuah bukunya Cambuk Hati berkata bahwa, “Dunia adalah jembatan akhirat. Oleh karena itu, seberangilah ia dan janganlah Anda menjadikannya sebagai tujuan. Tidaklah berakal orang yang membangun gedung-gedung di atas jembatan”.

Al-Ghazali dalam bukunya Mutiara Ihya Ulumuddin menukil beberapa hadits mengenai masalah dunia diantaranya adalah:
Rasulullah SAW bersabda, “Dunia itu penjara bagi orang Mukmin dan surga bagi orang kafir”.
Dan sabdanya pula, “Dunia itu terkutuk. Terkutuklah apa yang ada di dalamnya kecuali yang ditujukan kepada Allah.”
Abu Musa Al-Asy’ari berkata bahwa Raulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mencintai dunianya, niscaya ia akan membahayakan akhiratnya. Dan barangsiapa mencintai akhiratnya, niscaya ia akan membahayakan dunianya. Maka utamakanlah apa yang kekal daripada apa yang binasa.”
Intinya adalah agar kita tidak cinta pada sesuatu yang pasti tiada. Jangan sampai ada makhluk, benda, harta, jabatan yang menjadi penghalang kita dari Allah SWT.

2. AGAR KITA TIDAK MENUNDA AMAL

Kita tidak pernah tahu kapan kita akan mati. Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun, semua dirahasiakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, kita jangan sampai menunda-nunda ibadah, dan semua amal perbuatan baik yang akan kita lakukan, tobat yang kita lakukan, maaf yang kita ucapkan.
Syekh Ahmad Atailah dalam bukunya Mutu Manikan dari Kitab Al-Hikam mengatakan bahwa,
“Penundaanmu untuk beramal karena menanti waktu senggang, adalah timbul dari hati yang bodoh.”

Dan Syekh Ahmad Atailah juga memberikan tipsnya untuk mengatur waktu dalam kehidupan duniawi yang mana perlu diperhatikan hal-hal berikut:

1–Utamakan kehidupan akhirat, dan jadikan hidup didunia sebagai jembatan menuju akhirat, dan jangan menunda waktu beramal.

2–Berpaculah dengan waktu, karena apabila salah menggunakan waktu, maka waktu itu akan memenggal kita. Artinya terputus seseorang dengan waktu terputus pula amal selanjutnya.

3–Mengejar dunia tidak akan ada habisnya, lepas satu datang pula lainnya. Amal yang tertunda karena habisnya waktu, akan melemahkan semangat untuk menjalankan ibadah. Akibatnya hilang pula wujud kita sebagai hamba Allah yang wajib beribadah.

4–Pergiatlah waktu beramal sebelum tibanya waktu ajal.

5–Perketat waktu ibadah sebelum datang waktu berserah.

6–Jangan menunda amal bakti sebelum datang waktu mati.

7–Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak menyesal.

3. AGAR MENCEGAH MAKSIAT

Ibnu Bathal berkata: “Jihadnya seseorang atas dirinya adalah jihad yang lebih sempurna”.
Allah SWT berfirman, “Dan adapun orang yang takut pada kebesaran Tuhan-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya” (QS. An-Nazi’at (79): 40).

Jihad seseorang atas dirinya sendiri dapat berupa mencegah diri dari maksiat, mencegah diri dari apa yang syubhat dan mencegah diri dari memperbanyak syahwat (kesenangan) yang diperbolehkan karena ingin menikmatinya kelak diakhirat.
Meninggalkan maksiat adalah perjuangan, sedang keengganan meninggalkannya adalah pengingkaran. Maka, untuk menghindari maksiat, tidak lain dengan menemukan jalan keluarnya, dan satu-satunya jalan keluar adalah ketaatan dan menempatkan diri pada pergaulan yang dapat terhindar dari panggilan dan godaan hawa nafsu itu sendiri.

4. AGAR MENJADI ORANG YANG CERDAS

Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah yang merendahkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sementara orang bodoh adalah orang yang mengikuti diri pada hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan angan-angan kosong.”

Oleh karena itu, jadilah menjdi orang yang cerdas. Karena hanya orang yang cerdaslah yang tahu bagaimana mempersiapkan mati. Mereka tahu bagaimana merubah yang fana ini menjadi sesuatu yang kekal.
Misalnya, bagaimana caranya gaji yang fana ini bisa berubah menjadi kekal? Maka caranya adalah dengan mengeluarkan sebagian atau semuanya kalau memungkinkan dari gaji itu untuk tabungan akhiratnya. Dan ini merupakan investasi kita untuk masa depan kita juga.

Sahabat-sahabat sekalian, kematian adalah sesuatu hal yang misterius yang hanya Allah saja yang tahu. Tinggal bagaimana diri kita dalam mempersiapkan diri ini untuk menghadapi kematian yang akan mendatangi kita.

”Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. (QS. Ali Imran (3): 102)

Wallahu A‘lam

(sumber : internet)

GEMA

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh.

"Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.

Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, "Aduhh!"

Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, "Hei! Siapa kau?"

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?"

Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan."

Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, "Saya kagum padamu!"

Sekali lagi sang ayah berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu sang juara!"

Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti. Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah GEMA, tapi sesungguhnya itu adalah KEHIDUPAN."

Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.

Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.

Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu.

PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis

Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...