Sabtu, 25 April 2020
PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis
Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bulan minum obat herbal dan dibarengi dengan mengurangi makanan tak sehat (junkfood dll) pun kami lakukan. Tidak hanya itu, saya dan suami juga mendatangi pengobatan alternatif baik itu menggunakan metode pijat saraf, totok, dan apapun yang diinformasikan ke kami mengenai ikhtiar memiliki keturunan kami coba lakukan dengan catatan tidak ada unsur syirik disana. Namun, seiring berjalannya waktu dan USG rutin setiap bulan untuk melihat perkembangan kista endometriosis ternyata tak membuahkan hasil yang baik, semakin lama ukuran kista semakin membesar. Oleh karena itu akhirnya saya berdiskusi dengan suami agar melakukan operasi laparoskopi (operasi sayatan kecil di perut) saja, seperti yang telah disarankan dokter.
Kami bertanya kesana kemari mengenai biaya laparoskopi karena tidak semua rumah sakit memiliki alat laparoskopi dan biayanya sekitar 18-20 juta. Bagi kami yang hanya seorang pegawai swasta, tentu angka ini lumayan besar. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurus asuransi BPJS. Alurnya panjang untuk sampai ke tahap operasi karena saya harus meminta rujukan dari Puskesmas Rantau Utara (faskes 1) – RS Elfi Al-Aziz (RS Kecamatan) – RSUD Rantauprapat (RS Daerah) - RSUP Adam Malik (RS Provinsi) – RS USU (RS Kota Medan). Itu semua tidak instan, di masing-masing RS harus dicek dari awal yang intinya harus USG lagi. Setelah sekitar 1,5 bulan konsultasi di RS USU, akhirnya di Bulan September saya melakukan operasi laparoskopi. Saya tidak perlu ceritakan bagaimana proses laparoskopinya ya, yang saya tau selama 4 jam saya di ruang operasi dan dibius total, dan selama 4 hari juga saya rawat inap di RS. Dan setelah itu, alhamdulillah rahim saya sudah bersih.
Rabu, 01 April 2020
Pejuang Garis 2: First USG
Part 1
Berawal dari begitu beratnya perjuangan untuk mendapatkan garis 2 di usia pernikahan yang menuju tahun ketiga, membuat saya tergerak untuk menuliskan segala perjuangan dan pengalaman selama dalam prosesnya. Saya yakin, diluar sana ada ratusan para istri yang senasib dengan saya yaitu memimpikan kehadiran buah cinta... seorang bayi mungil yang akan membuat hidup lebih berwarna. Bismillah... walau masih dalam proses, semoga pengalaman yang nanti akan saya ceritakan membuat para calon ibu tetap semangat dalam ihkhtiar yang memang tidak mudah.
***
Saat itu, setelah 9 bulan pernikahan tanpa ada kehamilan, saya dan suami memberanikan diri untuk ke dokter kandungan (tentunya setelah bersusah payah mengajak suami ke dokter kandungan) untuk menjalani pemeriksaan sekaligus program hamil. Kami dipersilahkan masuk ke ruang dokter setelah di cek berat badan dan tekanan darah saya dan alhamdulillah saat itu semuanya dalam kondisi normal. Ini adalah pertama kalinya saya ke dokter kandungan selama ini... dengan perasaan dag dig dug karena dokternya laki-laki, beliau menyuruh saya rebahan di tempat yg telah disediakan dan melakukan USG di perut bawah saya.
"Sudah berapa tahun menikah?" tanya dokter.
"Sembilan bulan dok" jawab suami.
"ooo...Masih baru..kita liat ya bagaimana kondisi di rahim.." lanjut dokter.
Kami disuruh melihat gambar di monitor saat itu, ada 2 lingkaran hitam disana dengan ukuran 3 cm dan 4 cm.
"Lho..ini ada kista lo..coba lihat itu ada 2 lingkaran hitam kanan dan kiri.. sudah lumayan besar ini,, pantesan gak hamil." terang sang dokter.
Saya dan suami kaget. Selama ini saya tidak memiliki keluhan apapun. Menstruasi lancar dan tepat waktu, tidak juga merasakan sakit yang terlalu tapi mengapa 2 benda itu bisa ada diperutku??
kemudian dokter menjelaskan hasilnya, bahwa ada kista endometriosis di indung telur saya. Inilah salah satu penyebab ketidaksuburan saya sehingga sulit hamil. Akhirnya dokter meresepkan obat dan diminta kontrol kembali bulan depan di hari kedua menstruasi. Saat itu rasanya campur aduk...sedih karena ternyata ada penyakit di tubuh saya namun sedikitpun saya tidak merasakan sakit. syokkkkk
Langganan:
Postingan (Atom)
PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis
Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...
-
1. PENDAHULUAN Pembelajaran di Indonesia selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional, yaitu metode pembelajaran yang b...
-
Jika anda mengalami kesulitan mempelajari fisika, ada kemungkinan itu tidak mutlak merupakan “kesalahan” anda. Sistem pengajaran fisika kita...