Jumat, 14 Desember 2012

STUDI AWAL INTERFERENSI GELOMBANG BUNYI DENGAN MENGGUNAKAN LAPTOP, SPEAKER, DAN MIKROFON


STUDI AWAL INTERFERENSI GELOMBANG BUNYI DENGAN MENGGUNAKAN LAPTOP, SPEAKER, DAN MIKROFON

Islamiani Safitri*, Sparisoma Viridi, dan Nurul Khotimah
Diterima xx Juni 2012, direvisi xx Juli 2012, diterbitkan xx Agustus 2012

Abstrak
Percobaan untuk menentukan laju rambat gelombang bunyi telah dilakukan. Yaitu dengan mengamati hasil interferensi yang dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana seperti laptop yang dilengkapi dengan soundcard, speaker, dan mikrofon. Laptop berperan sebagai pembangkit sumber bunyi (menggunakan piranti lunak Tone Generator) dan sekaligus sebagai penerima dan penganalisanya (menggunakan piranti lunak Praat). Dengan melakukan variasi frekuensi bunyi dapat diperoleh profil intensitas hasil interferensi sebagai fungi dari frekuensi sumber bunyi. Sayangnya rumus untuk interferensi destruktif dan konstruktif tidak dapat memberikan laju rambat gelombang bunyi yang secara fisis dapat diterima oleh temperature ruang. Hal ini diduga karena banyaknya obyek yang dapat menjadi reflector sumber bunyi pada ruang percobaan.

Kata-kata kunci: interferensi, laju gelombang bunyi, percobaan sederhana

Pendahuluan

Pengajaran fisika dalam dunia pendidikan kebanyakan masih bersifat konvensional yang hanya menekankan pada pengerjaan soal-soal kuantitatif (perhitungan matematis) dan mengabaikan persoalan fisika yang bersifat kualitatif (pemahaman perilaku alam). Dalam pembelajaran fisika hendaknya memfokuskan pada penggunaan konsep dan pemberian pengalaman langsung dengan memanfaatkan sekaligus menerapkan konsep, prinsip, serta fakta melalui alat peraga. Misalnya saja pada Interferensi gelombang bunyi. Hendaknya siswa mengetahui bagaimana interferensi itu terjadi sehingga siswa tidak hanya  mengetahui melalui teori. Siswa perlu dilatih untuk berpikir dan bereksperimen agar ketrampilan ilmiahnya bisa berkembang. Sehingga siswa mahir dalam menganalisa suatu gejala, menggunakan alat dan bahan, mengajukan pertanyaan, merumuskan hipotesa, merencanakan, melaksanakan, menyimpulkan hasil praktikum, dan mengkomunikasikan beberapa temuan baru.
Namun, seringkali yang menjadi keluhan bagi kebanyakan lembaga pendidikan adalah laboratorium yang tidak lengkap. Padahal banyak barang yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan suatu percobaan. Hanya saja dibutuhkan inovasi baru dan kreatif untuk melakukannya. Contohnya pada penentuan laju gelombang bunyi dengan menggunakan laptop, speaker, dan mikrofon. Oleh sebab itu, penulis mencoba melakukan praktikum interferensi gelombang yang diberi judul “Studi Awal Interferensi Gelombang Bunyi dengan Menggunakan Peralatan Sederhana.”


Kesimpulan

Dalam percobaan ini diduga terjadi interferensi konstruktif dan destruktif namun kurang sesuai dengan yang diharapkan. Hal inidikarenakan kedua speaker yang digunakan tidak sepenuhnya identik, kurang sesuainya dengan teori untuk posisi konstruktif dan destruktif yang dihasilkan, dan banyaknya reflector gelombang pada ruangan laboratorium sehingga suara yang ditangkap mikrofon tidak lagi original. Oleh sebab itu laju gelombang bunyi yang dihasilkan berbeda dengan laju gelombang udara pada temperatur ruang..

(Ingin makalah lengkap silahkan hubungi ke islamiani.safitri@gmail.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis

Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...