Oleh: Niswah Adz-Dzikriyah
Udara pagi ini masih begitu dingin, bahkan titisan embun juga belum beranjak dari lembutnya dedaunan yang menghijau dan matahari mulai mengintip memecahkan gelap yang masih berselimut kabut. Masih dalam kantuk yang begitu berat, kulangkahkan kakiku yang terasa agak kaku menuju kamar mandi sambil sesekali badanku oyong karena belum kuat menopang kestabilan tubuh yang baru terbangun dari tidur nyenyakku. Kuraih sehelai handuk berwarna hijau dari hanger merah di dinding kamarku dan bersiap bertarung dengan dinginnya air yang sebentar lagi akan mengguyur badanku yang masih hangat.
Ah…sudah rapi nih, bisikku dalam hati sambil mengatur jilbabku yang lumayan susah di rapikan karena terbuat dari bahan yang licin. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 07.35 WIB, ternyata butuh waktu 50 menit untuk mempersiapkan segala sesuatunya ketika akan berangkat kuliah. Kini tiba saatnya aku berangkat kuliah karena hari ini adalah mata kuliah Fisika Kuantum yang sama sekali tidak boleh telat masuk. Tiba-tiba ponselku berdering, ada sebuah pesan singkat yang masuk ke nomorku, perlahan kubuka dan kubaca isi SMS itu “Assalamualaikum, sebelumnya maaf ya din, aku mau minta uangku yang dina pinjam minggu kemarin soalnya aku lagi butuh nih, ada kan?” Huhhh…aku menarik nafas panjang, ternyata SMS dari fitri yang menagih hutang. Kubuka isi dompetku hanya ada dua lembar uang lima puluh ribuan disana, “kalau uang lima puluh ribu ini aku bayarkan, terus nanti malam aku gak bisa beli bakso dong, padahal kan udah janji sama ima mau beli bakso Mas Retno nanti malam” gumamku dalam hati. Kuacuhkan saja SMS itu dan aku melanjutkan langkahku menuju kampus tercinta.
“Din…aku butuh sekali uangnya, aku lagi gak ada uang nih! Banyak keperluan yang harus aku bayar. Tolong ya din nanti di antar” SMS dari fitri terus masuk dalam inbox-ku, bahkan beberapa panggilan muncul di layar handphone ku, untung saja tadi hp-nya aku silent sehingga tidak mengganggu aktivitasku. “Din, handphonenya bergetar tuh, coba angkat mungkin ada hal penting yang mau disampaikan” bisik salah satu teman yang duduk di sebelahku, “Inikan lagi kuliah, gak boleh angkat telpon” jawabku sekenanya. “Alah..Pak Tompul masih menyiapkan bahan, gak akan ketahuan” timpal sahabatku yang duduk di sebelah kananku, “Gak ah…” ketusku sambil menggelengkan kepala. Kuliahpun berlanjut hingga 3 SKS.
Aku dan teman-temanku duduk di sebuah kantin kampus untuk makan siang bersama sebelum waktu dhuhur tiba. Sambil menunggu menu yang dipesan datang, kusempatkan untuk membuka layar hp-ku dan ternyata ada 10 panggilan tak terjawab dan 5 SMS disana dan semua SMS itu dikirim oleh fitri. “Din…balas dong din, aku lagi butuh banget nih, uang kiriman dari orang tuaku belum datang”, SMS pertama telah kubuka dan selanjutnya ku buka SMS yang kedua, “Din…kemarin kan dirimu janji kalo hari ini dina mau bayar hutang, aku lagi butuh din untuk biaya penelitianku”, aku mulai merasa tidak enak hati, lalu kulanjutkan untuk membuka SMS berikutnya, “Dina…kenpa gak dibalas?”, SMS ketiga cukup singkat, “Din angkat telponya?” ternyata SMS keempat dan kelima isinya sama. Aku masih cuek dengan SMS itu dan tidak ada satupun yang aku balas karena aku berpikiran itu hanya taktiknya saja untuk menagih hutang karena aku paham betul siapa Fitri itu, yaitu anak konglomerat yang tidak mungkin kekurangan uang.
Dua minggu yang lalu aku meminjam uang Fitri sebesar lima puluh ribu rupiah. Uang itu aku pinjam karena kebutuhanku yang begitu mendesak karena pada saat itu uang yang ada ditanganku hanya sepuluh ribu rupiah padahal aku harus membayar diktat. Aku berjanji padanya akan segera membayarnya setelah seminggu peminjaman karena aku juga masih menunggu kiriman dari orang tuaku. Tanpa berlama-lama meminta, Fitri langsung meminjamkan uangnya padaku dengan menyetujui janji-janji yang aku ucapkan padanya. Dengan sangat gembira kukatakan terima kasih padanya.
Langit mulai memerah. Matahari sedikit demi sedikit bersembunyi di ufuk barat. Suara-suara mulai berdengung di masjid-masjid menyerukan ayat suci-Nya. Muadzinpun terus menyusul dengan mengumandangkan adzan dengan penuh kebesaran-Nya. Memanggil manusia untuk segera menghadap dan bersujud kepada penciptanya. Hening penuh kedamaian dan semua telah bertasbih memuji Tuhannya. Alampun memancarkan sina-sinar keteduhan bagi mahluk didalamnya.
“Din…udah selesai? Jadikan beli baksonya?” suara ima menggelegar dikamarku, “Astagfirullah…kiraen ada apa tadi, kenceng banget ngomongnya. Jadi dong, nih aku lagi siap-siap”, jawabku sambil mengenakan jilbab biru yang dipadukan dengan kaos oblong dan rok hitam yang menjulur hingga di mata kakiku. “Bawa dompet din? Kayak ibu-ibu mau ke pasar aja”, ledek Ima yang masih merapikan jilbabnya di cermin kamarku, “Kan emang calon ibu-ibu” ucapku dengan nada yang sedikit cuek. Kami pun keluar dari kamar dan melakukan perjalanan menuju warung bakso yang sudah aku idam-idamkan dari kemarin.
Wussssshhhh….. dua orang pria yang bersepeda motor menjambret dompetku dengan laju yang sangat kencang. Aku terdiam penuh kaget dan darahku seolah-olah berhenti mengalir. Aku dan Ima hanya berpandangan tak sanggup berkata-kata. Berselang 1 menit lidahku baru mampu mngutarakan kata-kata, “Ma dompet aku..” ucapku lirih, “Iya din, aku juga sangat terkejut” tambahnya dengan nada resah. Ya Allah…ludes sudah uangku. Tidak ada yang tersisa lagi padaku, sejenak aku teringat Fitri. Mungkin ini adalah cara Allah untuk memberi peringatan kepadaku bahwa seharusnya aku menepati janjiku pada Fitri untuk membayar hutangku. Oh…sungguh miris nasibku. Maafkan aku Fit, karena aku terlalu egois, lebih mementingkan diriku tanpa memikirkan hak orang lain atasku. Perlahan air mataku meleleh….. seandainya bisa kuulang waktu tentu akan segera kubayar hutangku padamu Fit..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis
Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...
-
1. PENDAHULUAN Pembelajaran di Indonesia selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional, yaitu metode pembelajaran yang b...
-
Jika anda mengalami kesulitan mempelajari fisika, ada kemungkinan itu tidak mutlak merupakan “kesalahan” anda. Sistem pengajaran fisika kita...
ini cerita nyata ya mba?
BalasHapusMoshi Moshi,
BalasHapusApakah Anda memerlukan pinjaman mendesak untuk melunasi hutang-hutang Anda atau Anda membutuhkan pinjaman modal untuk meningkatkan bisnis Anda?
Anda telah ditolak oleh
bank dan lembaga keuangan lainnya?
Apakah Anda membutuhkan pinjaman konsolidasi atau hipotek?
mencari lagi karena kami di sini untuk membuat semua masalah keuangan Anda sesuatu dari masa lalu. Kami meminjamkan dana kepada individu
membutuhkan bantuan keuangan, yang memiliki kredit buruk atau membutuhkan uang
untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi di bisnis di tingkat 2%. Saya ingin menggunakan media ini untuk memberitahu Anda bahwa kami memberikan bantuan yang handal dan penerima dan akan bersedia untuk menawarkan pinjaman. Jadi hubungi kami hari ini via email: johnfrankloaninvestment@gmail.com
BERITA BAGUS UNTUK ANDA
BalasHapusApakah Anda telah ditolak akses ke pinjaman keuangan untuk membeli rumah, mobil, untuk membiayai diri sendiri atau mendirikan bisnis.
Jangan khawatir lagi ... Cepat dan ajukan pinjaman lunak cepat Anda di PERUSAHAAN PINJAMAN GARY REYMOLDS.
Kami memberikan semua jenis pinjaman kepada individu dan perusahaan dengan tingkat bunga rendah 2%.
Hubungi kami melalui E-mail: garyreymolds36loanfirm@gmail.com
Halo semuanya, Nama saya Siska wibowo saya tinggal di Surabaya di Indonesia, saya seorang mahasiswa, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman untuk sangat berhati-hati karena ada banyak perusahaan pinjaman penipuan dan kejahatan di sini di internet , Sampai saya melihat posting Bapak Suryanto tentang Nyonya Esther Patrick dan saya menghubunginya melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)
BalasHapusBeberapa bulan yang lalu, saya putus asa untuk membantu biaya sekolah dan proyek saya tetapi tidak ada yang membantu dan ayah saya hanya dapat memperbaiki beberapa hal yang bahkan tidak cukup, jadi saya mencari pinjaman online tetapi scammed.
Saya hampir tidak menyerah sampai saya mencari saran dari teman saya Pak Suryanto memanggil saya pemberi pinjaman yang sangat andal yang meminjamkan dengan pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp200.000.000 dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau tekanan dengan tingkat bunga rendah 2 %. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan bahwa nomor saya diterapkan langsung ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, segera saya menghubungi ibu melalui (estherpatrick83@gmail.com)
Dan juga saya diberi pilihan apakah saya ingin cek kertas dikirim kepada saya melalui jasa kurir, tetapi saya mengatakan kepada mereka untuk mentransfer uang ke rekening bank saya, karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres atau penundaan.
Yakin dan yakin bahwa ini asli karena saya memiliki semua bukti pemrosesan pinjaman ini termasuk kartu ID, dokumen perjanjian pinjaman, dan semua dokumen. Saya sangat mempercayai Madam ESTHER PATRICK dengan penghargaan dan kepercayaan perusahaan yang sepenuh hati karena dia benar-benar telah membantu hidup saya membayar proyek saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman, silakan hubungi Madam melalui email: (estherpatrick83@gmail.com)
Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (siskawibowo71@gmail.com) jika Anda merasa kesulitan atau menginginkan prosedur untuk mendapatkan pinjaman
Sekarang, yang saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman bulanan yang saya kirim langsung ke rekening bulanan Nyonya seperti yang diarahkan. Tuhan akan memberkati Nyonya ESTHER PATRICK untuk Segalanya. Saya bersyukur