Jumat, 17 Desember 2010

TETAPLAH PUTIH SEPUTIH MELATI

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya , baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yaasin 36:36)
Wahai Allah, dimana tidak ada Tuhan selain diri-Mu. Maha Suci Engkau, Yang menciptakan makhluk-Mu berpasang-pasangan.
Siapakah gerangan sahabat sejati yang Engkau pilihkan untukku, Ya Allah?
Yang mau berbagi suka dan duka dalam mengharungi hidup ini.
Yang mau menemaniku merenda hari-hari untuk beribadah kepada-Mu Yang menjadikan aku kokoh kuat dalam menegakkan kalimat-Mu
Agar...diriku lebih mensyukuri segala nikmat yang telah Engkau berikan
Agar...diriku lebih dekat kepada-Mu
Nisa tertegun sejenak mendengar do'a Ayuning di keheningan malam. Kerinduan pada sahabatnya itu, memutuskannya untuk menginap semalam di rumah Ayuning.
Do'a itupun usailah sudah. Wajah Ayuning bersemu merah, ketika tahu Nisa terjaga dari tidurnya.
Kamu mendengar do'aku Nisa ?
Nisa hanya tersenyum memandang Ayuning.
Apakah do'a itu yang s'lalu Ayu panjatkan pada Allah?
Ayuning diam, perlahan titik-titik embun jatuh dari kelopak matanya.
Aduhai sayang, ujar Ayuning sambil merangkul sahabatnya. Perlahan ia menyeka air mata Ayuning, setelah agak tenang.
Ayu .., apa yang menjadi keinginan Ayu itu adalah cita-cita seluruh wanita mukminat di dunia ini. Namun, jikalau ia belum terwujud itu adalah rahasia Allah, Yang Menciptakan kita. Bukankah Ia menciptakan makhluk-Nya menurut ukuran-ukuran yang telah ditetapkan ?
Kita selaku hamba_Nya hanya bisa berusaha dan ikhtiar, dan hanya Allahlah yang menentukan.
Ayu sayang sama Allah kan ?
Ayu cinta sama Allah kan ?
Sayang dan cinta Ayu pada Allah menjadikan Ayu yakin, Allah akan memilihkan yang terbaik untuk Ayu.
Allah berfirman : Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
(QS. An Nuur 24:26)
Demi Allah Ayu .. Allah Maha Adil terhadap hamba-hamba_Nya.
Karena itu , bersyukurlah ..
Allah masih memberikan Ayu kesempatan untuk menj adi wanita yang lebih baik dari sekarang.
Tidakkah ingin seperti Fhatimatuz Zahra?
Beliau laksana melati di hati setiap insan beriman. Fhatimah tumbuh diantara belukar berduri namun ia tak pernah peduli.
Sepanjang hidupnya hanyalah memberi tanpa pernah berharap menerima. Kehadirannya senantiasa menyebarkan keharuman Semua yang ia lakukan karena cinta, Ayu.. karena cintanya pada Allah.
Bukankah itu yang selalu Ayu cita-citakan dulu ? Karena itu Tetaplah Putih..Seputih Melati, Ayu .. Seperti Fhatimatuzzahra
Betapa dengan sayang-Nya Allah memberikan ia seorang pendamping yang sangat baik, Ali bin Abi Thalib. Subhanallah.
Ayu harus kuat dalam mengitari perputaran roda kehidupan ini. Karena perkitarannya semakin hari semakin cepat. Jangan pernah berhenti sesaatpun, Ayu. Masih banyak yang perlu Ayu perhatikan. Masih banyak yang memerlukan perhatian Ayu.
Kita datang ke alam ini sendirian, Ayu. Dan kita juga akan pulang sendirian.
Ayo ... jangan sedih-sedih lagi,ya
Mana senyum manisnya ?
Ayu tersenyum pada Nisa, dari bibir mungilnya keluar kata Tolong do'akan Ayu ya, Sa !
Nisa membalas semyuman tulus itu , sambil mengangguk iya, Ayu .. Nisa do'akan
Mereka berdua sujud syukur pada Allah, melanjutkan malam itu dengan tenggelam akan kerinduan beribadah kepada Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis

Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...