“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan,
kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau
lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan
butiran-butiran es dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan (seperti)
gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang
Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan
kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (An-Nuur: 43)
Sebagaimana yang telah kita pelajari dalam
ilmu sains, hujan terjadi akibat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer
bumi dan lautan. Air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah dan
sebagainya pada umumnya akan mengalami proses penguapan atau evaporsi akibat
dari panas sinar matahari. Uap air yang melayang ke udara akan terus bergerak
menuju langit yang tinggi membentuk kumpulan uap air yang sangat besar. Kumpulan
uap air tersebut akan mengalami proses pemadatan (kondensasi) yang kemudian membentuk
awan. Akibat terbawa angin yang bergerak, awan-awan tersebut saling
bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih
rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena
terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin, maka butiran-butiran air
atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi dan menjadi hujan. Subhanallah…
ilmiah sekali ayat ini. Pada baris pertama dan kedua di atas, persis telah
memaparkan dengan gamblang proses terjadinya hujan.
Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu
Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari
celah-celahnya…
Lalu, apa
maksud kelanjutan ayat berikutnya??
Mari kita
kembali menilik dunia scientific pada tahun 1980-an. Saat itu kamera NASA
menangkap gambar berupa bintik-bintik hitam yang di sebut black spots di atmosfir. Temuan ini menarik para ilmuwan dunia
untuk melakukan penelitian terkait bintik-bintik hitam dan berusaha
mengungkapkan apa sebenarnya black spots
itu. Hingga pada akhirnya, di tahun 1997 setelah melakukan pergulatan dalam reseach yang panjang, black spots dinyatakan sebagai small comets yang berjatuhan dari
angkasa melewati atmosfer menuju bumi. Anda tahu, apakah komposisi yang
terkandung dalam small comets
tersebut? Mereka mengatakan, smalls
comets adalah gumpalan-gumpalan es yang dibungkus dengan bebatuan. Smalls comets jatuh dalam ukuran yang
sangat besar, yaitu sebesar gunung-gunung yang kemudian terurai ketika melewati
atmosfer. Uraian smalls comets berupa
butiran-butiran es yang kemudian bercampur dengan hujan membasahi bumi. Subhanallah…
korelasi yang sangat tepat.
….. dan Dia (juga) menurunkan butiran-butiran es
dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan (seperti) gunung-gunung, maka
ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan
dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki.
Inilah kebenaran al-qur’an. Sangat
logic… dan hanya hati yang jernih yang mampu mengungkap makna tabir alqur’an. Wallahua’lam
*Tulisan ini diketik setelah saya mengikuti mata kuliah Fisika Komputasi.
Pencerahan dosen mengenai alqur’an dan sains
Tidak ada komentar:
Posting Komentar