Selasa, 23 April 2013

Korelasi Al-Qur'an dan Sains (An-Nuur: 43)


“Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, dan Dia (juga) menurunkan butiran-butiran es dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan (seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan.” (An-Nuur: 43)

Sebagaimana yang telah kita pelajari dalam ilmu sains,  hujan terjadi akibat dipengaruhi oleh konveksi di atmosfer bumi dan lautan. Air yang terdiri dari air laut, air sungai, air limbah dan sebagainya pada umumnya akan mengalami proses penguapan atau evaporsi akibat dari panas sinar matahari. Uap air yang melayang ke udara akan terus bergerak menuju langit yang tinggi membentuk kumpulan uap air yang sangat besar. Kumpulan uap air tersebut akan mengalami proses pemadatan (kondensasi) yang kemudian membentuk awan. Akibat terbawa angin yang bergerak, awan-awan tersebut saling bertemu dan membesar dan kemudian menuju ke atmosfir bumi yang suhunya lebih rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena terlalu berat dan tidak mampu lagi ditopang angin, maka butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi dan menjadi hujan. Subhanallah… ilmiah sekali ayat ini. Pada baris pertama dan kedua di atas, persis telah memaparkan dengan gamblang proses terjadinya hujan.

Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya…

Lalu, apa maksud kelanjutan ayat berikutnya??

Mari kita kembali menilik dunia scientific pada tahun 1980-an. Saat itu kamera NASA menangkap gambar berupa bintik-bintik hitam yang di sebut black spots di atmosfir. Temuan ini menarik para ilmuwan dunia untuk melakukan penelitian terkait bintik-bintik hitam dan berusaha mengungkapkan apa sebenarnya black spots itu. Hingga pada akhirnya, di tahun 1997 setelah melakukan pergulatan dalam reseach yang panjang, black spots dinyatakan sebagai small comets yang berjatuhan dari angkasa melewati atmosfer menuju bumi. Anda tahu, apakah komposisi yang terkandung dalam small comets tersebut? Mereka mengatakan, smalls comets adalah gumpalan-gumpalan es yang dibungkus dengan bebatuan. Smalls comets jatuh dalam ukuran yang sangat besar, yaitu sebesar gunung-gunung yang kemudian terurai ketika melewati atmosfer. Uraian smalls comets berupa butiran-butiran es yang kemudian bercampur dengan hujan membasahi bumi. Subhanallah… korelasi yang sangat tepat.

….. dan Dia (juga) menurunkan butiran-butiran es dari langit, (yaitu) dari gumpalan-gumpalan awan (seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran es) itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki.

Inilah kebenaran al-qur’an. Sangat logic… dan hanya hati yang jernih yang mampu mengungkap makna tabir alqur’an. Wallahua’lam

*Tulisan ini diketik setelah saya mengikuti mata kuliah Fisika Komputasi.
                 Pencerahan dosen mengenai alqur’an dan sains

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis

Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...