Oleh: Islamiani El-Khais
“Kalau canda seorang teman sudah tidak lagi dapat menentramkan jiwa, kalau mata sudah tidak lagi dapat ditundukkan pandangannya, kalau hati sudah senantiasa merasa gelisah…. Barangkali inilah saatnya untuk menikah bagi anda.” Inilah tulisan yang dipaparkan oleh ust. Muhammad Fauzil Adhim lewat cover bukunya yang berjudul ‘Saatnya Untuk Menikah’. Buku yang menjawab semua apa yang kurasakan dan memperjelas apa yang kuragukan… subhanallah… betapa baru sekarang aku menyadarinya.
Bulan ini telah kuhabiskan dua buku yang kubaca, dan keduanya bertemakan tentang pernikahan. Bukan karena aku terlalu ingin menikah sekarang, tapi lebih tepatnya karena aku ingin mencari kemantapan tentang apa yang sering aku rasakan. Tentang pikiranku yang tidak bisa lepas dari bayang-bayangnya. Singkat kata, dirinya terlalu mengusikku.
Disini aku menemukan beberapa jawaban dan mendapatkan solusi untuk keluar dari zona ini. Yaitu dengan menawarkan diri, seperti kisahnya Khadijah dengan Rasulullah. Tapi, apakah mungkin ini mampu aku katakan? Walaupun dari pendapat beberapa ulama ini tidaklah menjatuhkan derajat dan martabat seorang wanita—bahkan malah memuliakan kedudukan wanita itu sendiri selama lelaki yang menjadi objeknya adalah lelaki yang sholeh—tapi tetap saja di mata mayoritas masyarakat masih terasa janggal, inilah yang menjadi ketakutannku.
Biarlah… kali ini aku akan belajar mengumpulkan sebuah keberanian untuk menjalankan misi demi sebuah visi. Visi hidup bahagia bersamanya. Bismillah…..
*Dalam gerimis Senin sore, 21 Maret 2011
Menunggu detik-detik berbuka puasa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
PEJUANG GARIS 2: Operasi Kista Endometriosis
Setelah 4 dokter Obgyn memvonis ada kista endometriosis di sebelah kanan dan kiri, maka berbagai usaha dan upaya saya lakukan. Beberapa bula...
-
1. PENDAHULUAN Pembelajaran di Indonesia selama ini masih banyak menggunakan metode konvensional, yaitu metode pembelajaran yang b...
-
Jika anda mengalami kesulitan mempelajari fisika, ada kemungkinan itu tidak mutlak merupakan “kesalahan” anda. Sistem pengajaran fisika kita...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar